Review Film Cek Toko Sebelah, Film Karya Ernest Prakarsa

Cek Toko Sebelah

Review Film Cek Toko Sebelah

Film Cek Toko Sebelah adalah film komedi Indonesia yang disutradarai oleh Ernest Prakarsa. Setelah berhasil memperoleh tujuh penghargaan pada film pertamanya (Ngenest).

Ernest kembali menceritakan tentang kehidupannya dengan mengangkat fenomena yang terjadi pada keluarga keturunan Cina. Seorang anak yang sudah sekolah tinggi-tinggi akan berakhir dengan menjaga sebuah toko. Ernest sendiri berusaha agar film Cek Toko Sebelah dapat diterima oleh audiens, tidak hanya pada kaum Tionghoa saja seperti yang direpresentasikan di film ini. Problematika yang tersaji di film ini sebenarnya adalah realita social yang ada sudah ada di kehidupan nyata.

Film Cek Toko Sebelah menceritakan tentang bisnis klontong milik Koh Afuk (diperankan Chew Kin Wah). Ia merasa bahwa dirinya semakin hari semakin tua untuk mengurus toko klontongnya ini, terlebih lagi setelah ditinggal oleh istrinya (Dayu Wijayanto). Koh Afuk pun memutuskan untuk mewariskan tokonya ke Erwin (diperankan Ernest Prakasa). Mendengar keputusan tersebut, Yohan (diperankan Dion Wiyoko) sebagai anak sulung tidak menerima apabila tokonya tersebut diberikan kepada Erwin si anak bungsu. Erwin pun tidak menerima keputusan untuk mewarisi toko tersebut, karena karir Erwin sedang naik daun dan kekasihnya Natalie (Gisella Anastasia) juga keberatan akan hal ini. Akan tetapi, Koh Afuk meyakinkan anaknya tersebut untuk mewarisi toko klontong dan diberikan masa percobaan selama satu bulan. Tidak semulus yang dibayangkan, karena selalu muncul masalah-masalah di toko klontong ini. Tidak hanya internal keluarga, tetapi juga oknum yang membeli toko klontong untuk kepentingan lain.

Nonton film favorit di Vidio.com

Film Cek Toko Sebelah ini memang menggambarkan orangtua yang suka membandingkan anak-anaknya. Orangtua selalu beranggapan bahwa seorang anak yang merupakan lulusan dari universitas terbaik pasti mampu meneruskan usaha milik orangtuanya. Sementara anak yang lain, yang hidupnya penuh masalah dan berantakan, akan di cap anak yang tidak berguna karena mengurus diri sendiri saja belum mampu. Naskah yang ditulis oleh Ernest Prakarsa ini, juga mendapat pengembangan cerita dari istrinya, Meira Anastasia. Usaha Ernest dalam memproduksi film ini berhasil membuat rasa yang berubah-ubah dari tertawa, sedih, kemudian tertawa lagi dalam satu waktu tanpa jeda yang panjang bagi siapapun yang menontonnya. Kejelian inilah yang menjadi bukti keseriusan Ernest dalam menggarap film keduanya ini.

Selain itu, Ernest memanfaatkan setiap unsur dalam frame yang diwujudkan dalam detail-detail spanduk dan kaos yang bertuliskan plesetan produk-produk sembako di tokonya. Penampilan cast Dion Wiyoko dan Adina Wirasti juga diancungi jempol. Dion Wiyoko berhasil menampilkan kegelisahan Yohan yang merasa bahwa kedudukannya terganggu, diimbangi dengan penampilan yang mempesona dari Adina Wirasti sebagai Ayu. Sehingga keduanya menjadi sorotan yang dinanti dalam film Cek Toko Sebelah ini.

Film Cek Toko Sebelah milik Ernest ini kembali mempercayai grup The Overtunes untuk menulis beberapa lagu baru dan juga berkolaborasi dengan Gamaliel, Audrey, dan Cantika (GAC). Dengan melibatkan 20 komika dan YouTubers, peran mereka dalam film ini dapat mengimbangi unsur drama yang menjadi inti cerita dari film ini. Ya, sangat sulit memang menemukan film dengan unsur berimbang seperti film Cek Toko Sebelah. Film produksi Starvision Plus ini juga berhasil masuk nominasi dalam penghargaan Umar Ismail Awards dan memenangkan kategori film favorit serta pemeran pendukung pria terbaik dalam ajang Indonesian Movie Actor Awards . Tonton secara live streaming lagi keseruan film Cek Toko Sebelah di Vidio Premier.

(Visited 18 times, 2 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *