Review Film Manusia Setengah Salmon, Film Karya Raditya Dika

Manusia Setengah Salmon

Manusia Setengah Salmon merupakan film adaptasi dari buku milik karya Raditya Dika yang terbaik. Raditya Dika seorang penulis, comedian, sutradara dan aktor ini sudah menjadi favorit terutama di kalangan remaja.

Review Film Manusia Setengah Salmon

“Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti”

Raditya Dika | Manusia Setengah Salmon.

 Cerita keseharian yang ditulis Dika ini dikemas dengan komedi yang mengundang gelak tawa. Film Manusia Setengah Salmon merupakan sekuel dari film Cinta Brontosaurus. Film ini lebih berfokus kepada persoalan antara Dika dan keluarganya, bahkan persoalan cinta dan professional seorang Dika juga hadir di dalam film tersebut.

Dalam film Manusia Setengah Salmon, Raditya Dika menjadi pemeran utama sekaligus penulis scenario. Cerita dalam film Manusia Setengah Salmon ini memang dibuat hamper sama dengan bukunya. Raditya Dika, yang digambarkan diri sendiri terlibat dalam perpindahan yang besar di dalam kehidupannya. Herdanius Larobu sebagai sutradara mampu menjaga komedi di film ini dari awal hingga akhir. Tidak hanya komedi, ada beberapa momen yang romantis juga mampu tergambarkan dengan baik. Dalam film Manusia Setengah Salmon ini, Raditya Dika masih menggunakan bahasa yang lucu sehingga audiens larut dalam imajinasinya.

Baca Juga : Review Film Stand By Me Doraemon, Film Favorit Semua Kalangan

Manusia Setengah Salmon menceritakan tentang Dika (diperankan Raditya Dika) dan Ibunya (diperankan Dewi Irawan) yang memiliki rencana untuk pindah rumah. Dika yang kurang menyetujui rencana Ibunya karena merasa rumah lamanya ini mempunyai kenangan yang tak terlupakan. Satu demi satu Dika mencari ruamh baru, mulai dari rumah yang tidak layak huni, memiliki kuburan di belakang rumah sampai tempat dimana orang pernah gantung diri. Dika yang putus asa, hingga akhirnya menemukan rumah yang cocok. Layaknya orang pada umumnya, Dika harus beradaptasi dengan rumah barunya itu. Suatu hari, Dika bertemu dengan Patricia (diperankan Kimberly Rider), gadis cantik yang mengerti Dika. Eits, tetapi Dika belum moveon loh dari Jessica,mantan Dika (diperankan Eriska Rein) yang menyebabkan hubungannya dengan Patricia menjadi terlupakan.

Perjalanan lika liku Dika tidak sampai disini

Tidak sampai disitu saja, lelucon lainnya yang digambarkan dalam film ini, ketika Dika mempunyai supir baru (diperankan Insan Nur Akbar) yang membuat Dika galau untuk melepaskan atau mempertahankan supirnya yang ternyata membuat tidak nyaman karena bau badan. Di kehidupan keluarganya, Papa Dika (diperankan Bucek Depp) merasa anaknya terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk keluarga. Ini adalah kisah perjalanan lika liku Dika, tidak hanya pindah rumah tetapi juga perjalanan Dika untuk berpindah dari hal-hal yang selama ini menahannya untuk tumbuh dewasa.

Pemain dan Karakter

Herdanius Larobu, sang sutradara memang pintar dalam pemilihan tokoh, tentu saja peran Dika sudah semakin matang dengan wajah lugunya yang mengundang tawa. Kimberly Ryder sebagai Patricia sangat mencuri perhatian disini. Tampil cantik, mempesona dengan aktingnya yang pas dan tidak terlalu dibuat-buat. Bucek dan Dewi Irawan sebagai Papa dan Mama Dika masih bermain dengan profesional. Mereka sangat bisa menggambarkan karakter orang tua yang humoris. Wajah-wajah baru, Insan Nur Akbar sebagai Sugiman sungguh meyakinkan aktingnya. Yaps, setiap karakter di Manusia Setengah Salmon sudah pas dengan perannya masing-masing dan saling melengkapi. Pada akhirnya, di setiap film pasti ada sebuah pesan yang tersirat, film Manusia Setengah Salmon yang menganalogikan tentang perpindahan. Memang tidak semua audiens bisa menikmati komedi ala Raditya Dika, tetapi bisa dikatakan bahwa film Manusia Setengah Salmon lebih bersahabat karena begitu dekat dengan kehidupan nyata. Saksikan kembali film Manusia Setengah Salmon di Vidio Premier.

 

(Visited 7 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *